Melanjutkan postingan saya yang temanya kakiku bolong kena baut, siang ini, hari Selasa tgl 28 Oktober 2008, dengan dianter seorang temen, saya menuju puskesmas terdekat dengan tujuan memeriksakan luka bolong pada telapak kasi saya…Sesampai di puskesmas, ternyata keadaan sangat sepi, nga ada pasien lain kecuali saya…sip dah, pikir saya bisa cepet2 diperiksa, diobatin, dan pulang ke kos…
Mbak dokter menghampiri saya dan menanyakan maksut saya sambil melihat perban melilit telapak kaki saya…begini ceritanya…
Mbak dokter : “Ada yang bisa dibantu mas?”
Saya : “Mau periksa luka sama ganti perban mbak biar nggak infeksi”
Mbak dokter : “luka kenapa?”
Saya : “abis nginjek baut mbak, telapak kakinya bolong…”
Mbak dokter : “hm…coba saya lihat lukanya”
Segera saya duduk di kasur pasien yang seprei nya dari karet ntu…melepas perban…dan PERIH langsung menyengat, secara perban nempel kena darah kering…
Mbak dokter segera mengamati luka saya, kemudian mengambil kapas dan alkohol, lalu membersihkan luka saya. Aduh maaakkk perihnya minta ampun, secara cara membersihkannya sambil menekan lukanya… Saya pun meringis menahan perih.Mbaknya nga mau tau, terus aja membersihkan luka sambil menekan luka saya.Kemudian mbaknya bertanya perihal ‘benda asing‘ di dalam luka saya. Saya menjawab “bukan kulit kena darah ato darah beku ya mbak…”. “Bukan”, gitu jawab mbaknya. Alamak, bakalan lebih perih lagi niy… Dan benar saja…mbaknya mengambil kapas,wadah kecil,penjepit kecil,dan botol berisi cairan entah apa… Lukaku disiram pake cairan itu,alamak…perih kali…trus dilap, dan dimasukkanlah penjepit itu guna mengambil ‘benda asing’ yang belakangan diketahui adalah karet rumput sintetis (buseeettt). Mamaaaaaa sakiittttt…(tentu saja saya nga teriak sperti itu….).Saya meringis, mengejang (kek ibu2 mo nglahirin aja), meremas kasur dan bantal, dan melakukan apa saja guna menahan sakit yang teramat sangat itu…
kemudian datang seorang ibu dokter laen…setelah berunding, maka diputuskan untuk merobek luka saya untuk memudahkan mengambil karet itu.Alamaaakkk,saya kudu disuntik bius…dan rasanya… SAKIIIIITTTTT (secara tempatnya di telapak kaki yang banyak kumpulan sarafnya)…Saya sampe berteriak2 saking sakitnya…Kalo nggak salah, saya disuntik bius 3X…Setelah disuntik, rasa sakit berangsur hilang, saya ngga tau berapa banyak karet yang ngendon di luka ntu, karena posisi saya tengkurap…Sampai akhirnya luka dibalut perban…
Kemudian saya diperbolehkan bangun, dikasi obat2an biat cepet sembuh n ngga infeksi, dan kemudian membayar biaya oprasi dan obat itu…Setelah itu saya tanya sama temen yang tadi nganter dan melihat kejadian itu secara LIVE dan GRATIS, “Emang tadi kakiku diapain aja duh?”. “Digunting, dirobek, sebagian isinya dikeluarin, entah daging ato karet rumput sintetis”, begitu jawabnya. Busyet…..Tapi nga papa, sekarang meski masih terasa ngilu, tapi udah lebih mendingan daripada sebelum oprasi…Terima kasih bu dokter dan mbak dokter…saya akan kembali 4 hari lagi untuk check up luka ini lagi dan saya berjanji untuk minum obatnya walaupun pait(lumayan banyak juga si obatnya, hiks2)… (‘_’)V